10 SAHABAT RASULULLOH. YANG DI JAMIN MASUK SURGA}

Diposting oleh handoko wibowo pada 19:27, 02-Apr-13

Di: Artikel Menarik

10 SAHABAT RASULULLOH. YANG DI
JAMIN MASUK SURGA}
Sahabat Rasulullah SAW yang
dijamin masuk surga berdasarkan
hadits berikut: Tercatat dalam
“ARRIYADH ANNADHIRAH FI
MANAQIBIL ASYARAH“ dari
sahabat Abu Dzar ra, bahwa
Rasulullah masuk ke rumah Aisyah
ra dan bersabda: “Wahai Aisyah,
inginkah engkau mendengar kabar
gembira?” Aisy...ah menjawab :
“Tentu, ya Rasulullah.” Lalu
Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh
orang yang mendapat kabar
gembira masuk surga, yaitu :
Ayahmu masuk surga dan kawannya
adalah Ibrahim; Umar masuk surga
dan kawannya Nuh; Utsman masuk
surga dan kawannya adalah aku; Ali
masuk surga dan kawannya adalah
Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk
surga dan kawannya adalah Daud;
Azzubair masuk surga dan
kawannya adalah Ismail; Sa’ad
masuk surga dan kawannya adalah
Sulaiman; Said bin Zaid masuk
surga dan kawannya adalah Musa
bin Imran; Abdurrahman bin Auf
masuk surga dan kawannya adalah
Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul
Jarrah masuk surga dan kawannya
adalah Idris Alaihissalam.”
Kisah singkat 10 Sahabat
1. Abu Bakar bin Abi Qohafah
(Assiddiq), adalah seorang Quraisy
dari kabilah yang sama dengan
Rasulullah, hanya berbeda keluarga.
Bila Abu Bakar berasal dari
keluarga Tamimi, maka Rasulullah
berasal dari keluarga Hasyimi.
Keutamaannya, Abu Bakar adalah
seorang pedagang yang selalu
menjaga kehormatan diri. Ia
seorang yang kaya, pengaruhnya
besar serta memiliki akhlaq yang
mulia. Sebelum datangnya Islam,
beliau adalah sahabat Rasulullah
yang memiliki karakter yang mirip
dengan Rasulullah. Belum pernah
ada orang yang menyaksikan Abu
Bakar minum arak atau pun
menyembah berhala. Dia tidak
pernah berdusta. Begitu banyak
kemiripan antara beliau dengan
Rasulullah sehingga tak heran
kemudian beliau menjadi khalifah
pertama setelah Rasulullah wafat.
Rasulullah selalu mengutamakan
Abu Bakar ketimbang para
sahabatnya yang lain sehingga
tampak menojol di tengah tengah
orang lain.
“Jika ditimbang keimanan Abu
Bakar dengan keimanan seluruh
ummat niscaya akan lebih berat
keimanan Abu Bakar. ”(HR. Al
Baihaqi)
Al Qur’an pun banyak
mengisyaratkan sikap dan
tindakannya seperti yang dikatakan
dalam firmanNya, QS Al Lail 5-7,
17-21, Fushilat 30, At Taubah 40.
Dalam masa yang singkat sebagai
Khalifah, Abu Bakar telah banyak
memperbarui kehidupan kaum
muslimin, memerangi nabi palsu,
dan kaum muslimin yang tidak mau
membayar zakat. Pada masa
pemerintahannya pulalah penulisan
AlQur’an dalam lembaran-
lembaran dimulai.
2. Umar Ibnul Khattab, ia berasal
dari kabilah yang sama dengan
Rasulullah SAW dan masih satu
kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar
masuk Islam setelah bertemu
dengan adiknya Fatimah daan suami
adiknya Said bin Zaid pada tahun
keenam kenabian dan sebelum Umar
telah ada 39 orang lelaki dan 26
wanita yang masuk Islam. Di
kaumnya Umar dikenal sebagai
seorang yang pandai berdiskusi,
berdialog, memecahkan
permasalahan serta bertempramen
kasar. Setelah Umar masuk Islam,
da’wah kemudian dilakukan
secara terang-terangan, begitupun
di saat hijrah, Umar adalah
segelintir orang yang berhijrah
dengan terang-terangan. Ia
sengaja berangkat pada siang hari
dan melewati gerombolan Quraisy.
Ketika melewati mereka, Umar
berkata, ”Aku akan meninggalkan
Mekah dan menuju Madinah. Siapa
yang ingin menjadikan ibunya
kehilangan putranya atau ingin
anaknya menjadi yatim, silakan
menghadang aku di belakang lembah
ini!” Mendengar perkataan Umar
tak seorangpun yang berani
membuntuti apalagi mencegah
Umar. Banyak pendapat Umar yang
dibenarkan oleh Allah dengan
menurunkan firmanNya seperti
saat peristiwa kematian Abdullah
bin Ubay (QS 9:84), ataupun saat
penentuan perlakuan terhadap
tawanan saat perang Badar,
pendapat Umar dibenarkan Allah
dengan turunnya ayat 67 surat Al
Anfal.
Sebagai khalifah, Umar adalah
seorang yang sangat
memperhatikan kesejahteraan
ummatnya, sampai setiap malam ia
berkeliling khawatir masih ada
yang belum terpenuhi kebutuhannya,
serta kekuasaan Islam pun semakin
meluas keluar jazirah Arab.
3. Utsman bin Affan, sebuah Hadits
yang menggambarkan pribadi
Utsman : “Orang yang paling
kasih sayang diantara ummatku
adalah Abu Bakar, dan paling teguh
dalam menjaga ajaran Allah adalah
Umar, dan yang paling bersifat
pemalu adalah Utsman. (HR Ahmad,
Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi)
Utsman adalah seorang yang sangat
dermawan, dalam sebuah persiapan
pasukan pernah Utsman yang
membiayainya seorang diri. Setelah
kaum muslimin hijrah, saat
kesulitan air, Utsmanlah yang
membeli sumur dari seorang Yahudi
untuk kepentingan kaum muslimin.
Pada masa kepemimpinannya
Utsman merintis penulisan Al
Qur’an dalam bentuk mushaf,
dari lembaran-lembaran yang
mulai ditulis pada masa
pemerintahan Khalifah Abu Bakar.
4. Sahabat berikutnya adalah Ali bin
Abi Thalib, pemuda pertama yang
masuk Islam, ia yang menggantikan
posisi Rasulullah di tempat tidurnya
saat beliau hijrah, Ali yang
dinikahkan oleh Rasulullah dengan
putri kesayangannya Fatimah, Ali
yang sangat sederhana
kehidupannya.
5. Sahabat kelima yang oleh
Rasulullah dijamin masuk surga
adalah Thalhah bin Ubaidillah yang
pada Uhud terkena lebih dari tujuh
puluh tikaman atau panah serta
jari tangannya putus. Namun
Thalhah yang berperawakan kekar
serta sangat kuat inilah yang
melindungi Rasulullah disaat saat
genting, beliau memapah Rasulullah
yang tubuhnya telah berdarah
menaiki bukit Uhud yang berada di
ujung medan pertempuran saat
kaum musyrikin pergi meninggalkan
medan peperangan karena mengira
Rasulullah telah wafat. Saat itu
Thalhah berkata kepada Rasulullah,
”Aku tebus engkau ya Rasulullah
dengan ayah dan ibuku.” Nabi
tersenyum seraya berkata,
”Engkau adalah Thalhah
kebajikan.” Sejak itu Beliau
mendapat julukan Burung Elang hari
Uhud. Rasulullah pernah berkata
kepada para sahabatnya, ”Orang
ini termasuk yang gugur dan barang
siapa yang senang melihat seorang
yang syahid berjalan di muka bumi
maka lihatlah Thalhah.”
6. Azzubair bin Awwam, sahabat
yang berikutnya, adalah sahabat
karib dari Thalhah. Beliau muslim
pada usia lima belas tahun dan
hjrah pada usia delapan belas
tahun, dengan siksaan yang ia
terima dari pamannya sendiri.
Kepahlawanan Azzubair ibnul
Awwam pertama terlihat dalam
Badar saat ia berhadapan dengan
Ubaidah bin Said Ibnul Ash.
Azzubair ibnul Awwam berhasil
menombak kedua matanya sehingga
akhirnya ia tersungkur tak
bergerak lagi, hal ini membuat
pasukan Quraisy ketakutan.
Rasulullah sangat mencintai
Azzubair ibnul Awwam beliau
pernah bersabda, ”Setiap nabi
memiliki pengikut pendamping yang
setia (hawari), dan hawariku adalah
Azzubair ibnul Awwam.”
Azzubair ibnul Awwam adalah
suami Asma binti Abu Bakar yang
mengantarkan makanan pada Rasul
saat beliau hijrah bersama
ayahnya. Pada masa pemerintahan
Umar, saat panglima perang
menghadapi tentara Romawi di
Mesir Amr bin Ash meminta bala
bantuan pada Amirul Mu’minin,
Umar mengirimkan empat ribu
prajurit yang dipimpin oleh empat
orang komandan, dan ia menulis
surat yang isinya, ”Aku mengirim
empat ribu prajurit bala bantuan
yang dipimpin empat orang sahabat
terkemuka dan masing-masing
bernilai seribu orang. Tahukah anda
siapa empat orang komandan itu?
Mereka adalah Ubadah ibnu
Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad,
Maslamah bin Mukhalid, dan
Azzubair bin Awwam.”
Demikianlah dengan izin Allah,
pasukan kaum muslimin berhasil
meraih kemenangan.
7. Adalah Abdurrahman bin Auf,
yang disebutkan berikutnya, adalah
seorang pedagang yang sukses,
namun saat berhijrah ia
meninggalkan semua harta yang
telah ia usahakan sekian lama.
Namun saat telah di Madinahpun
beliau kembali menjadi seorang
yang kaya raya, dan saat beliau
meninggal, wasiat beliau adalah
agar setiap peserta perang Badar
yang masih hidup mendapat empat
ratus dinar, sedang yang masih
hidup saat itu sekitar seratus
orang, termasuk Ali dan Utsman.
Beliaupun berwasiat agar sebagian
hartanya diberikan kepada
ummahatul muslimin, sehingga
Aisyah berdoa: “Semoga Allah
memberi minum kepadanya air dari
mata air Salsabil di surga.”
8. Sahabat yang disebutkan
berikutnya adalah Saad bin Abi
Waqqash, orang pertama yang
terkena panah fisabilillah, seorang
yang keislamannya sangat dikecam
oleh ibunya, namun tetap tabah, dan
kukuh pada keislamannya.
9. Said bin Zaid, adik ipar Umar,
adalah orang yang dididik oleh
seorang ayah yang beroleh bihayah
Islam tanpa melalui kitab atau nabi
mereka seperti halnya Salman Al
Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari.
Banyak orang yang lemah
berkumpul di rumah mereka untuk
memperoleh ketenteraman dan
keamanan, serta penghilang rasa
lapar, karena Said adalah seorang
sahabat yang dermawan dan murah
tangan.
10. Nama terakhir yang meraih
jaminan surga adalah Abu Ubaidah
Ibnul Jarrah, yang akhirnya
terpaksa membunuh ayahnya saat
Badar, sehingga Allah menurunkan
QS Al Mujadilah : 22. Begitupun
dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah
yang mencabut besi tajam yang
menempel pada kedua rahang
Rasulullah, dan dengan begitu beliau
rela kehilangan giginya. Abu
Ubaidah mendapat gelar dari
Rasulullah sebagai pemegang
amanat ummat, seperti dalam
sabda beliau : “Tiap-tiap ummat
ada orang pemegang amanat, dan
pemegang amanat ummat ini adalah
Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "10 SAHABAT RASULULLOH. YANG DI JAMIN MASUK SURGA}"

handoko wibowo pada 19:31, 02-Apr-13

http://handoko-wibowo.mywapblog.com/10-sahabat-rasululloh-yang-di-jamin-masu.xhtml

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar