MAKNA ISTIQOMAH

Di posting oleh handoko wibowo pada 05:45 PM, 14-Mar-13

Di: Hikmah Dan Renungan

Pengertian Istiqomah
Istiqomah adalah berpegang teguh
dengan agama dan kokoh (tegar dan
tidak goyah) di atasnya.
Ibnu Rajab al-Hanbali di dalam
bukunya “Jami’ul Ulum wal
Hikam” mengatakan:”Istiqomah
adalah penempuhan jalan yang
lurus, yaitu agama yang lurus,
tanpa adanya pembengkokan ke
kanan maupun ke kiri. Dan hal itu
mencakup ketaatan secara
keseluruhan, baik lahir maupun
bathin, serta meninggalkan segala
bentuk larangan.
Hukum Istiqomah
Allah Subhanahu wa Ta'ala
memerintahkan Nabi-Nya
(Muhammad) shallallahu 'alaihi
wasallam dan para pengikut beliau
untuk beristiqomah baik dalam
aqidah, syari’at, pedoman hidup,
maupun dalam manhaj. Dan supaya
mereka menjauhi sikap berlebih-
lebihan dan supaya mereka
menghindari hawa nafsu para
wali-wali syaitan. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman:
{ ﻓَﺎﺳْﺘَﻘِﻢْ ﻛَﻤَﺎ
ﺃُﻣِﺮْﺕَ ﻭَﻣَﻦ ﺗَﺎﺏَ
ﻣَﻌَﻚَ ﻭَﻻَ ﺗَﻄْﻐَﻮْﺍْ
ﺇِﻧَّﻪُ ﺑِﻤَﺎ
ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
ﺑَﺼِﻴﺮٌ } [ ﺳﻮﺭﺓ
ﻫﻮﺩ :112] .
”Maka tetaplah kamu pada jalan
yang benar, sebagaimana
diperintahkan kepadamu dan (juga)
orang yang telah taubat beserta
kamu dan janganlah kamu melampui
batas.
Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan.” (QS.
Huud:112)
Ibnu Katsir rahimahullah
berkata:Allah Subhanahu wa Ta'ala
memerintahkan rasul-Nya dan
hamba-hamba-Nya yang beriman
untuk kokoh dan senantiasa
istiqomah, dan itu termasuk cara
terbesar untuk mendapatkan
kemenangan atas musuh-musuh
mereka dan untuk menyelisihi
lawan-lawan mereka. Dan Dia
melarang mereka dari perbuatan
ghuluw yaitu perbuatan melampui
batas, karena sesungguhnya hal itu
(ghuluw) adalah kematian/musibah
sekalipun (perbuatan ghuluw) itu
terhadap orang musyrik.Dan Dia
Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan
bahwa Dia Maha Melihat amalan
hamba-hamba-Nya, Dia tidak lalai
dari sesuatu sekecil apapun dan
tidak ada yang tersembunyi dari-
Nya hal sekecil apapun.”
Buah Istiqomah
Allah Subhanahu wa Ta'ala
:berfirman
َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ
ﺇِﻥَّ
ﻗَﻻُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ
ﺍﻟﻠﻪُ ﺛُﻢَّ
ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ
ﺗَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ
ﺍﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔُ
ﺃَﻵﺗَﺨَﺎﻓُﻮﺍ
ﻭَﻻَﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ
ﻭَﺃَﺑْﺸِﺮُﻭﺍ
ﺑِﻻْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ
ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ
{30} ﻧَﺤْﻦُ
ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ
ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻓِﻲ
ﺍْﻷَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﻟَﻜُﻢْ
ﻓِﻴﻬَﺎ
ﻣَﺎﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ
ﺃَﻧﻔُﺴُﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ
ﻓِﻴﻬَﺎ
ﻣَﺎﺗَﺪَّﻋُﻮﻥَ {31}
ﻧُﺰُﻻً ﻣِّﻦْ ﻏَﻔُﻮﺭٍ
ﺭَّﺣِﻴﻢٍ {32}
”Sesungguhnya orang-orang
yang mengatakan:"Rabb kami ialah
Allah" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka,
maka malaikat akan turun kepada
mereka (dengan mengatakan)
:"Janganlah kamu merasa takut dan
janganlah kamu merasa sedih; dan
bergembiralah kamu dengan
(memperoleh) surga yang telah
dijanjikan Allah kepadamu" Kamilah
Pelindung-pelindungmu dalam
kehidupan dunia dan di akhirat; di
dalamnya kamu memperoleh apa
yang kamu inginkan dan
memperoleh (pula) di dalamnya apa
yang kamu minta.Sebagai hidangan
(bagimu) dari (Rabb) Yang Maha
Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Fushilat:
30-32)
Dan firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala:
ِﻮَّﻟَﺃَﻭ
ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻘَﺔِ
ﻷَﺳْﻘَﻴْﻨَﺎﻫُﻢ
ﻣَّﺂﺀً ﻏَﺪَﻗًﺎ {16}
”Dan bahwasannya: jikalau
mereka tetap berjalan lurus di
atas jalan itu (agama Islam),
benar-benar Kami akan memberi
minum kepada mereka air yang
segar (rizki yang banyak)”. (QS.
Al-Jin:16)
Dari ayat-ayat yang mulia di atas
kita bisa mengambil beberapa
faidah/buah dari Istiqomah
diantaranya:
Pertama, Malaikat turun kepada
mereka
Kedua, mendapatkan thuma’ninah
(kedamaian) dan ketenangan
Ketiga, baginya kabar gembira
dengan Surga.
Keempat, diberikan keluasan rizki
dan kehidupan yang lapang.
Kelima, diampuni dosa-dosanya
Jalan menempuh Istiqomah
1. Melakukan ketaatan kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala, bersungguh-
sungguh di dalamnya dan memaksa
hawa nafsu untuk taat kepada-
Nya.
2. Ilmu, karena bagaimana kita bisa
istiqomah kalau tidak dilandasi
dengan ilmua.
3. Ikhlash
4. Mengikuti/mencontoh Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
5. Seimbang dan pertengahan, tidak
ghuluw dan tidak meremehkan.
6. Doa
7. Bergaul dan bersahabat dengan
ortang-orang shalih.
8. Selalu ada ikatan dengan al-
Qur’an, baik dengan membaca,
menghafal, mentadabburi dan
mengamalkannya.
Dampak Istiqomah dalam kehidupan
seorang muslim
1. Memperoleh tauhid yang murni.
2. Mendorong untuk berdakwah
kepada jalan Allah.
3. Memiliki kesungguhan dan
semangat/cita-cita yang tinggi.
4. Kokoh dan teguh di atas
kebenaran.
5. Merasa kurang dalam beribadah
(tidak pernah merasa telah
beribadah dengan sempurna)
Penghalang-penghalang Istiqomah
1. Menganggap enteng perbuatan
maksiat.
2. Menyibukkan diri dengan dunia
dan melupakan akhirat.
3. Berlebih-lebihan dalam hal-hal
yang mubah (yang diperbolehkan)
4. Sifat tengah-tengah
(pertengahan) yang buruk.
Cerminan para Salaf dalam
Istiqomah mereka
Istiqomah dalam ucapan. Imam al-
Bukhari rahimahullah
berkata:”Aku berharap berjumpa
dengan Allah ‘Azza wa Jalla dan
Dia tidak menghisabku
(menghitungku) telah menggunjing
(ghibah) satu orangpun.”
Istiqomah dalam rasa khawatir
atau gundah
Dalam biografi Sahabat mulia
Jam’ah bin Abi Jam’ah ada
riwayat bahwasanya dia bermalam
di rumah salah seorang Tabi’in
bernama Haram bin Hayyan
al-‘Abdi, maka dia melihat
Jam’ah menangis semalam
suntuk, maka Haram berkata
kepadanya:”Apa yang membuatmu
menangis?” Dia berkata:”Aku
teringat suatu malam yang mana
pada pagi harinya dibangkitkan
manusia dari kubur-kubur
mereka.”
Kemudian dia bermalam di
rumahnya pada malam berikutnya,
lalu diapun menangis, maka Haram
pun bertanya kepadanya lalu diapun
menjawab:”Aku teringat suatu
malam yang pagi harinya bintang-
bintang berjatuhan.”
Kokoh dan tegar dalam
Istiqomah
Sikap Ka’ab bin Malik
radhiyallahu 'anhu ketika dikucilkan
oleh manusia (para Sahabat
radhiyallahu'anhum) dan manusia
yang paling dekat dengannya pun
keras (dalam sikap) kepadanya. Dan
ketika beliau menolak surat
tawaran dari Raja Ghassan yang
datang kepada beliau yang di
dalamnya ada tawaran yang
menggiurkan dan kemewahan, akan
tetapi tungku api adalah jawaban
yang paling tegas terhadap tawaran
yang menggiurkan itu (maksudnya
beliau tidak menghiraukan tawaran
itu dan beliau lebih memilih
membakar surat tawaran itu).
Sikap Abu Bakar ash-Shiddiq
radhiyallahu 'anhu terhadap orang-
orang murtad dan yang tidak mau
membayar zakat setelah wafatnya
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam, maka nampak dengan
jelas kejujuran tekad dan
keteguhan beliau radhiyallahu 'anhu
dalam membela agama Allah. Dan
ketika itu jazirah Arab goncang
dengan adanya kemurtadan dan
kemunafikan, maka beliau tetap
tegar seperti gunung yang kokoh,
tidak mau mengalah (menggugurkan
zakat) walaupun hanya seekor anak
unta sekalipun, sampai Allah
Subhanahu wa Ta'ala
memenangkannya dan jadilah beliau
tanda dan simbol bagi setiap orang
yang menginginkan Istiqomah dan
mencari teladan yang shalih.
Hadits-hadits seputar Istiqomah
Dari Sufyan bin ‘Abdullah ats-
Tsaqafi radhiyallahu 'anhu berkata,
aku berkata:”Wahai Rasulullah,
katakana kepadaku suatu perkataan
dalam Islam, aku tidak tanyakan
tentang hal itu kepada seorang pun
selain engkau –dalam sebuah
riwayat yang lain: setelah
engkau-“ Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
:menjawab
( ﻗﻞ ﺁﻣﻨﺖ
ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺛﻢ
ﺍﺳﺘﻘﻢ ) .
”Katakanlah aku beriman kepada
Allah, lalu Istiqomahlah.”
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu berkata, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
( ﻻ ﻳﺴﺘﻘﻴﻢ
ﺇﻳﻤﺎﻥ ﻋﺒﺪٍ
ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻘﻴﻢ
ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻻ
ﻳﺴﺘﻘﻴﻢ ﻗﻠﺒﻪ
ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻘﻴﻢ
ﻟﺴﺎﻧﻪ ) .
”Tidak Istiqomah (lurus) keimanan
seorang hamba sebelum Istiqomah
hatinya, dan tidak akan Istiqomah
hatinya sebelum Istiqomah
lisannya.” (HR. Imam Ahmad)
Dari Tsauban radhiyallahu 'anhu
berkata, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
( ﺍﺳﺘﻘﻴﻤﻮﺍ
ﻭﻟﻦ ﺗُﺤﺼﻮﺍ
ﻭﺍﻋﻠﻤﻮﺍ ﺃﻥ
ﺧﻴﺮ ﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ
ﺍﻟﺼﻼﺓ ، ﻭﻻ
ﻳﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺇﻻ
ﻣﺆﻣﻦ ) .
”Istiqomahlah kalian dan kalian
tidak akan mampu beristiqomah
secara sempurna, dan ketahuilah
bahwa sesunguhnya sebaik-baik
amalan kalian adalah sholat, dan
tidak menjaga wudhu kecuali
seorang mukmin.” (HR. at-
Tirmidzi, Malik dll)
ﻭﻟﻦ ﺗُﺤﺼﻮﺍ
Makna
disebutkan di dalam kitab al-
Muntaqo syarah (penjelasan)
terhadap kitab al-Muwatho
beberapa makna diantaranya: Kalian
tidak akan sanggup untuk
menjangkau semua perbuatan amal
shalih, atau kalian tidak akan bisa
menghitung pahala dari Istiqomah
apabila engkau melakukannya.
Sedangkan dalam kitab Murqotul
Mashaabih syarah terhadap kitab
Misykatul Mashaabih disebutkan
bahwa maknanya adalah engkau
tidak akan mampu beristiqomah
secara sempurna.
Dari Abu Sa’id al-Khudri
radhiyallahu 'anhu (secara mauquf
maupun marfusad
( ﺇﺫﺍ ﺃﺻﺒﺢ
ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ؛ ﻓﺈﻥ
ﺍﻷﻋﻀﺎﺀ ﻛﻠﻬﺎ
ﺗُﻜﻔﺮ
ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ،
ﻓﺘﻘﻮﻝ : ﺍﺗﻖ
ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻨﺎ ؛
ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻧﺤﻦ
ﺑﻚ ؛ ﻓﺈﻥ
ﺍﺳﺘﻘﻤﺖ
ﺍﺳﺘﻘﻤﻨﺎ ﻭﺇﻥ
ﺍﻋﻮﺟﺠﺖ
ﺍﻋﻮﺟﺠﻨﺎ ) .
”Jika waktu pagi tiba seluruh
anggota badan menyatakan
ketundukannya terhadap lisan
dengan mengatakan,
‘Bertakwalah kepada Allah
terkait dengan kami karena kami
hanyalah mengikutimu. Jika engkau
baik maka kami akan baik.
Sebaliknya jika kamu melenceng
maka kami pun akan ikut
melenceng” (HR Tirmidzi no
2407 )
Makna sabda Nabiﻓﺈﻥ
ﺍﻷﻋﻀﺎﺀ ﻛﻠﻬﺎ
ﺗُﻜﻔﺮ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ
adalah bahwa semua anggota badan
tunduk dan merendahkan diri di
hadapan lisan seraya mengucapkan
ucapan tersebut di atas, hal ini
sebagaimana yang disebutkan dalam
Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan
at-Tirmidzi. Wallahu A’lam

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "MAKNA ISTIQOMAH"

handoko wibowo pada 05:49 PM, 14-Mar-13

http://handoko-wibowo.mywapblog.com/makna-istiqomah.xhtml

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar